Gang yang Aku Suka!

Hai.
Aku selalu suka kehidupan di gang. Apalagi kehidupan di gang yang biasa kita lewati, ingat? Gang yang hanya muat dua motor itu loh. Yang kalau-kalau macet di jalan raya kita suka lewati. Ingat?

Sepulang sekolah, keadaan gang yang selalu aku suka. Burung-burung beriringan pulang. Gerombolan anak main layang-layang. Bapak (yang entah itu bapak siapa) sedang mencuci motor supranya. Anak berjilbab pergi ke madrasah. Ibu (yang entah itu ibu siapa) menunggu di depan Madrasah. Tidak jauh dari Madrasah, gadis kecil kucir satu membeli kue putu. Anak baru gede yang berseragam biru putih, statusnya digantung (entah lulus atau tidak) itu mengantre membeli seblak.  Beberapa pekerja kuli bekerjasama untuk membangun mushola di gang itu. Rumah dekat mushola ku dapat dengan lantunan murotal. Dua tiga rumah dari sana terlihat kakek-kakek menggendong cucu pertamanya. Beberapa meter dari kakek itu ada anak muda bersepeda dengan kawannya. Sebelum senja tiba, mereka semua bahagia. Terakhir, rumah di ujung gang yang paling menarik perhatian. Selalu lagu dangdut yang ada di rumah itu. Menderu kencang. Lengkap. Serba serbi kehidupan ini lengkap.

Tapi tidak dengan hari ini.

Meski kehidupan gang yang aku lalui selalu ramai. Meski burung-burung tetap beriringan pulang. Meski gerombolan anak itu main layang-layang.  Meski bapak (yang masih entah itu bapak siapa) mencuci motor supranya. Meski anak berjilbab pergi ke Madrasah. Disusul Ibu (yang entah ibu siapa) menunggu di depan Madrasah. Meski gadis kecil itu tetap menjadi langganan bapak kue putu. Meski abege-abege itu tiap hari mengantre seblak. Meski beberapa kuli tetap mengerjakan mushola yang hampir setengah tahun tidak jadi juga. Meski rumah dekat mushola itu melantunkan murotal. Atau kakek itu tetap mengasuh cucunya, disusul dengan beberapa anak muda yang bersepeda dengan kawananya sebelum senja tiba. Meski bahagia selalu meliputi gang ini sebelum terbit jingga dari barat sana. Meski rumah di ujung gang itu tetap bising dengan dangdutnya. Meski selalu begini. Selalu lengkap dan ramai sekali.
 
Ada yang berbeda dengan gang nya. Meski aku selalu suka gangnya!

Hari ini ku lewati gangnya dengan sendiri. Tidak dengan kamu (lagi). 
dari aku, GPS kesayanganmu. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak itu Pemain Sepakbola

Pesan Debu, Teruntuk kamu