Belajar Rela, Be!
Jangan, jangan sedih.
Kamu harus kuat!
Hari itu, hari dimana kita sudah punya langkah yang berbeda,
Aku
tak bisa apa-apa.
Di sepertiga malam, waktu itu, harusnya kita sudah terlelap. Bahkan aku berharap waktu pagi, kalau tadi malam hanya mimpi.
Utara kita tak sama.
Aku yang menunggu fajar, sedang kamu menanti senja.
berbeda.
Awalnya kita pasti akan merasa tidak suka dengan takdir semesta, kita dibuat sedih menangis sepanjang hari. Tapi, lambat laun Ilahi pancarkan petunjuk-Nya. Untukmu, untuk aku. Untuk kita.
Biar kita berdua berlayar pada air yang berbeda, arus yang berbeda. Harus percaya, kalau kita akan bermuara di tempat yang sama.
Nanti, kita berdua akan saling bercerita, tentang batu karang yang mana yang paling sulit ditaklukan, tentang air mana yang indah warnanya, tentang ombak yang membicarakan kisah kita yang telah lama, atau mendengar lumba-lumba yang menyapa, bercerita tentang ikan-ikan yang berenang, yang konvoi menuju sekolah, atau bahkan bintang yang benderang meski bukan malam-malam, kita akan bercerita, banyak, kita akan bercerita banyak.
Aku percaya pada Ilahi, Ia akan menemanimu dalam setiap langkah tualangmu.
Ia akan menunjukan hamparan samudera yang biru, memperlihatkan kekayaan-Nya, kehebatanNya, atau bahkan Ia akan menunjukan medan-medan terjal, pun kamu yang kuat akan terjatuh didalamnya, tapi kau harus percaya Be, Ia Ilahi, Ia punya kuasa atas segalanya, tak perlu resah, berdoalah!
Kamu juga harus rela, menjadi kendali atas kapal yang kau tumpangi. Meski sendiri, meski sendiri Be.
Selamat berlayar sayang!
Dari saya, yang barusan kamu rindukan.
Kamu harus kuat!
Hari itu, hari dimana kita sudah punya langkah yang berbeda,
Aku
tak bisa apa-apa.
Di sepertiga malam, waktu itu, harusnya kita sudah terlelap. Bahkan aku berharap waktu pagi, kalau tadi malam hanya mimpi.
Utara kita tak sama.
Aku yang menunggu fajar, sedang kamu menanti senja.
berbeda.
Awalnya kita pasti akan merasa tidak suka dengan takdir semesta, kita dibuat sedih menangis sepanjang hari. Tapi, lambat laun Ilahi pancarkan petunjuk-Nya. Untukmu, untuk aku. Untuk kita.
Biar kita berdua berlayar pada air yang berbeda, arus yang berbeda. Harus percaya, kalau kita akan bermuara di tempat yang sama.
Nanti, kita berdua akan saling bercerita, tentang batu karang yang mana yang paling sulit ditaklukan, tentang air mana yang indah warnanya, tentang ombak yang membicarakan kisah kita yang telah lama, atau mendengar lumba-lumba yang menyapa, bercerita tentang ikan-ikan yang berenang, yang konvoi menuju sekolah, atau bahkan bintang yang benderang meski bukan malam-malam, kita akan bercerita, banyak, kita akan bercerita banyak.
Aku percaya pada Ilahi, Ia akan menemanimu dalam setiap langkah tualangmu.
Ia akan menunjukan hamparan samudera yang biru, memperlihatkan kekayaan-Nya, kehebatanNya, atau bahkan Ia akan menunjukan medan-medan terjal, pun kamu yang kuat akan terjatuh didalamnya, tapi kau harus percaya Be, Ia Ilahi, Ia punya kuasa atas segalanya, tak perlu resah, berdoalah!
Kamu juga harus rela, menjadi kendali atas kapal yang kau tumpangi. Meski sendiri, meski sendiri Be.
Selamat berlayar sayang!
Dari saya, yang barusan kamu rindukan.
Komentar
Posting Komentar