Jangan, jangan sedih. Kamu harus kuat! Hari itu, hari dimana kita sudah punya langkah yang berbeda, Aku tak bisa apa-apa. Di sepertiga malam, waktu itu, harusnya kita sudah terlelap. Bahkan aku berharap waktu pagi, kalau tadi malam hanya mimpi. Utara kita tak sama. Aku yang menunggu fajar, sedang kamu menanti senja. berbeda. Awalnya kita pasti akan merasa tidak suka dengan takdir semesta, kita dibuat sedih menangis sepanjang hari. Tapi, lambat laun Ilahi pancarkan petunjuk-Nya. Untukmu, untuk aku. Untuk kita. Biar kita berdua berlayar pada air yang berbeda, arus yang berbeda. Harus percaya, kalau kita akan bermuara di tempat yang sama. Nanti, kita berdua akan saling bercerita, tentang batu karang yang mana yang paling sulit ditaklukan, tentang air mana yang indah warnanya, tentang ombak yang membicarakan kisah kita yang telah lama, atau mendengar lumba-lumba yang menyapa, bercerita tentang ikan-ikan yang berenang, yang konvoi menuju sekolah, atau b...